Polusi
atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup,
zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan
lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas
lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi
kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya
(Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).
Pulosi
dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa
definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas,
radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara.
Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung
dan lokal,
regional, maupun global.
Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan
pencemaran disebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila
keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya,
karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi
bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan efek merusak.
Salah satu dampak negatif kemajuan ilmu dan teknologi yang
tidak digunakan dengan benar adalah terjadinya polusi (pencemaran). Polusi
adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponen lain yang merugikan
kedalam lingkungan akibat aktivitas manusia atau proses alami. Dan segala
sesuatu yang menyebabkan polusi disebut Polutan.
Sesuatu benda dapat dikatakan
polutan bila :
2.
Berada pada tempat dan waktu yang tidak tepat.
Polutan dapat berupa debu, bahan
kimia, suara, panas, radiasi, makhluk hidup, zat-zat yang dihasilkan makhluk
hidup dan sebagainya. Adanya polutan dalam jumlah yang berlebihan menyebabkan
lingkungan tidak dapat mengadakan pembersihan sendiri (regenerasi). Oleh karena
itu, polusi terhadap lingkungan perludideteksi secara dini dan ditangani segera
dan terpadu. Polusi Air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur atau
komponen lainnya kedalam air sehingga kualitas air terganggu. Kualitas air
terganggu ditandai dengan perubahan bau, rasa dan warna.
Beberapa contoh polutannya sebagai berikut :
1.
Fosfat
Fosfat berasal dari penggunaan pupuk buatan yang berlebihan dan deterjen.
Fosfat berasal dari penggunaan pupuk buatan yang berlebihan dan deterjen.
2.
Nitrat dan Nitrit
Kedua senyawa ini berasal dari penggunaan pupuk buatan yang berlebihan dan proses pembusukan materi organic.
Kedua senyawa ini berasal dari penggunaan pupuk buatan yang berlebihan dan proses pembusukan materi organic.
3.
Poliklorin Bifenil (PCB)
Senyawa ini berasal dari pemanfaatan bahan-bahan pelumas, plastik dan alat listrik.
Senyawa ini berasal dari pemanfaatan bahan-bahan pelumas, plastik dan alat listrik.
4. Residu Pestisida Organiklorin
Residu ini berasal dari penyemprotan pestisida padaa tanaman untuk membunuh serangga.
Residu ini berasal dari penyemprotan pestisida padaa tanaman untuk membunuh serangga.
5. Minyak dan Hidrokarbon
Minyak dan hidrokarbon dapat berasal dari kebocoran pada roda dan kapal pengangkut minyak.
Minyak dan hidrokarbon dapat berasal dari kebocoran pada roda dan kapal pengangkut minyak.
6. Radio Nuklida
Radio nuklida atau unsur radioaktif berasal dari kebocoran tangki penyimpanan limbah radioaktif.
Radio nuklida atau unsur radioaktif berasal dari kebocoran tangki penyimpanan limbah radioaktif.
7.
Logam-logam Berat
Logam berat berasal dari industri bahan kimia, penambangan dan bensin.
Logam berat berasal dari industri bahan kimia, penambangan dan bensin.
8. Limbah Pertanian
Limbah pertanian berasal dari kotoran hewan dan tempat penyimpanan makanan ternak.
Limbah pertanian berasal dari kotoran hewan dan tempat penyimpanan makanan ternak.
9. Kotoran manusia
Kotoran manusia berasal dari saluran pembuangan tinja manusia.
Kotoran manusia berasal dari saluran pembuangan tinja manusia.
Polusi Udara
Pencemar
udara dibedakan menjadi dua yaitu, pencemar primer dan pencemar sekunder.
Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber
pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara
primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi
pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam [smog
fotokimia]adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder. Belakangan ini
pertumbuhan keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global
dan hubungannya dengan pemanasan global yg mempengaruhi;
Sumber
pencemaran udara di setiap wilayah atau daerah berbeda-beda. Sumber pencemaran
udara berasal dari kendaraan bermotor, kegiatan rumah tangga, dan industri.
N
|
Polutan
|
Dihasilkan dari
|
1
|
Karbon
dioksida (CO2)
|
Pemakaian
bahan bakar fosil (minyak bumi atau batubara), pembakaran gas alam dan hutan,
respirasi, serta pembusukan.
|
2
|
Sulfur
dioksida (SO2) nitrogen monoksida (NO)
|
Pemakaian
bahan bakar fosil (minyak bumi atau batubara), misalnya gas buangan
kendaraan.
|
3
|
Karbonmonoksida
(CO)
|
Pemakaian
bahan bakar fosil (minyak bumi atau batubara) dan gas buangan kendaraan
bermotor yang pembakarannya tidak sempurna.
|
4
|
Kloro
Fluoro Carbon (CFC)
|
Pendingin
ruangan, lemari es, dan perlengkapan yang menggunakan penyemprot aerosol.
|
Karbon dioksida (CO2)
Pembakaran bahan bakar fosil seperti
batubara, minyak, dan gas alam telah lama dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan
manusia terhadap energi. Misalnya untuk berbagai keperluan rumah tangga,
industri, dan pertanian. Ketika bahan bakar minyak tersebut dibakar, karbon
dioksida dilepaskan ke udara. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa jumlah
karbon dioksida yang dilepaskan ke udara terus mengalami peningkatan. Apakah
dampak peningkatan CO2 terhadap lingkungan?
Karbon monoksida (CO)
Gas karbon monoksida (CO) merupakan
gas yang tidak berbau, tidak berasa, dan tidak stabil. Karbon monoksida yang
berada di kota besar sebagian besar berasal dari pembuangan gas kendaraan
bermotor yang gas-gas pembakarannya tidak sempurna. Selain itu, karbon
monoksida dapat berasal dari pembakaran bahan bakar fosil serta proses
industri.
Karbon monoksida dalam tubuh manusia
lebih cepat berikatan dengan hemoglobin daripada oksigen. Jika di udara
terdapat karbon monoksida, oksigen akan kalah cepat berikatan dengan
hemoglobin.
Beberapa orang akan menderita
defisiensi oksigen dalam jaringan tubuhnya ketika haemoglobin darahnya
berikatan dengan karbon monoksida sebesar 5%. Seorang perokok haemoglobin
darahnya sering ditemukan mengandung karbon monoksida lebih dari 10%. Defisiensi
oksigen dalam tubuh dapat menyebabkan seseorang menderita sakit kepala dan
pusing. Kandungan karbon monoksida yang mencapai 0.1.% di udara dapat mengganggu
metabolisme tubuh organisme. Oleh karena itu, ketika memanaskan mesin kendaraan
di dalam garasi sebaiknya pintu garasi dibuka agar gas CO yang terbentuk tidak
terakumulasi di dalam ruangan dan terhirup.
Sulfur dioksida
Sulfur dioksida dilepaskan ke udara
ketika terjadi pembakaran bahan bakar fosil dan pelelehan biji logam.
Konsentrasi SO2 yang masih diijinkan ialah antara 0.3 sampai 1.0 mg m-3. Akan
tetapi, di daerah yang dekat dengan industri berat, konsentrasi senyawa
tersebut menjadi lebih tinggi, yaitu 3.000 mg m-3 .
Peningkatan konsentrasi sulfur di
atmosfer dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia, terutama
menyebabkan penyakit bronkitis, radang paru-paru (pneumonia), dan gagal
jantung. Partikel-partikel ini biasanya sulit dibersihkan bila sudah mencapai
alveoli sehingga menyebabkan iritasi dan mengganggu pertukaran gas.
Pencemaran sulfur (sulfur oksida) di
sekitar daerah pencairan tembaga dapat menyebabkan kerusakan pada vegetasi
hingga mencapai jarak beberapa kilometer jauhnya. Tumbuhan mengabsorbsi sulfur
dioksida dari udara melalui stomata. Tingginya konsentrasi sulfur dioksida di
udara seringkali menimbulkan kerusakan pada tanaman pertanian dan perkebunan.
Nitrogen oksida
Nitrogen oksida memainkan peranan
penting di dalam penyusunan jelaga fotokimia. Nitrogen dioksida dihasilkan oleh
gas buangan kendaraan bermotor. Peroksiasil nitrat yang dibentuk di dalam
jelaga sering menyebabkan iritasi pada mata dan paru-paru. Selain itu, bahan
polutan tersebut dapat merusak tumbuhan.
Dampak pencemaran
udara dapat berskala mikro dan makro.
Pada skala mikro atau lokal,
pencemaran udara berdampak pada kesehatan manusia. Misalnya, udara yang
tercemar gas karbon monoksida (CO) jika dihirup seseorang akan menimbulkan
keracunan, jika orang tersebut terlambat ditolong dapat mengakibatkan kematian.
Dampak pencemaran udara berskala makro, misalnya fenomena hujan asam dalam
skala regional, sedangkan dalam skala global adalah efek rumah kaca dan
penipisan lapisan ozon. Beberapa akibat dari pencemaran udara yaitu :
1. Hujan asam
Dua gas yang dihasilkan dari
pembakaran mesin kendaraan serta pembangkit listrik tenaga disel dan batubara
yang utama adalah sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen dioksida (NO2). Gas yang
dihasilkan tersebut bereaksi di udara membentuk asam yang jatuh ke bumi bersama
dengan hujan dan salju. Misalnya, sulfur dioksida berreaksi dengan oksigen
membentuk sulfur trioksida.
2SO2 + O2 = 2SO3
Sulfur
trioksida kemudian bereaksi dengan uap air membentuk asam sulfat.
SO3
+ H2O = H2SO4
Uap
air yang telah mengandung asam ini menjadi bagian dari awan yang akhirnya turun
ke bumi sebagai hujan asam atau salju asam.
Hujan asam dapat mengakibatkan
kerusakan hutan, tanaman pertanian, dan perkebunan. Hujan asam juga akan
mengakibatkan berkaratnya benda-benda yang terbuat dari logam, misalnya
jembatan dan rel kereta api, serta rusaknya berbagai bangunan.
Selain itu, hujan asam akan
menyebabkan penurunan pH tanah, sungai, dan danau, sehingga mempengaruhi
kehidupan organisme tanah, air, serta kesehatan manusia.
2. Efek rumah kaca
(green house effect)
Efek
rumah kaca merupakan gejala peningkatan suhu dipemukaan bumi yang terjadi
karena meningkatnya kadar CO2 (karbon dioksida) di atmosfer. Gejala ini disebut
efek rumah kaca karena diumpamakan dengan fenomena yang terjadi di dalam rumah
kaca.
Pada
rumah kaca, sinar matahari dapat dengan mudah masuk ke dalamnya. Sebagian sinar
matahari tersebut digunakan oleh tumbuhan dan sebagian lagi dipantulkan kembali
ke arah kaca.
Sinar
yang dipantulkan ini tidak dapat keluar dari rumah kaca dan mengalami
pemantulan berulang-ulang. Energi yang dihasilkan meningkatkan suhu rumah kaca
sehingga rumah kaca menjadi panas.
Di
bumi, radiasi panas yang berasal dari matahari ke bumi diumpamakan seperti
menembus dinding kaca rumah kaca. Radiasi panas tersebut tidak diserap
seluruhnya oleh bumi. Sebagian radiasi dipantulkan oleh benda-benda yang berada
di permukaan bumi ke ruang angkasa. Radiasi panas yang dipantulkan kembali ke
ruang angkasa merupakan radiasi infra merah. Sebagian radiasi infra merah
tersebut dapat diserap oleh gas penyerap panas (disebut: gas rumah kaca). Gas
penyerap panas yang paling penting di atmosfer adalah H2O dan CO2. Seperti kaca
dalam rumah kaca, H2O dan CO2 tidak dapat menyerap seluruh radiasi infra merah sehingga
sebagian radiasi tersebut dipantulkan kembali ke bumi. Keadaan inilah yang
menyebabkan suhu di permukaan bumi meningkat atau yang disebut dengan pemanasan
global (global warning).
Kenaikan
suhu menyebabkan mencairnya gunung es di kutub utara dan selatan. Kondisi ini
mengakibatkan naiknya permukaan air laut, sehingga menyebabkan berbagai kota dan wilayah pinggir
laut akan tenggelam, sedangkan daerah yang kering menjadi semakin kering. Efek
rumah kaca menimbulkan perubahan iklim, misalnya suhu bumi meningkat rata-rata
3°C sampai 4°C pada abad ke-21, kekeringan atau curah hujan yang tinggi di
berbagai tempat dapat mempengaruhi produktivitas budidaya pertanian,
peternakan, perikanan, dan kehidupan manusia.
3. Penipisan lapisan ozon
Lapisan
ozon (O3) adalah lapisan gas yang menyelimuti bumi pada ketinggian ± 30 km
diatas bumi. Lapisan ozon terdapat pada lapisan atmosfer yang disebut
stratosfer. Lapisan ozon ini berfungsi menahan 99% radiasi sinar Ultra violet
(UV) yang dipancarkan ke matahari.
Gas
CFC (Chloro Fluoro Carbon) yang berasal dari produk aerosol (gas penyemprot),
mesin pendingin dan proses pembuatan plastik atau karet busa, jika sampai ke
lapisan stratosfer akan berikatan dengan ozon. CFC yang berikatan dengan ozon
menyebabkan terurainya molekul ozon sehingga terjadi kerusakan lapisan ozon,
berupa penipisan lapisan ozon.
Penipisan
lapisan ozon di beberapa tempat telah membentuk lubang seperti di atas
Antartika dan kutub Utara. Lubang ini akan mengurangi fungsi lapisan ozon
sebagai penahan sinar UV. Sinar UV yang sampai ke bumi akan menyebakan
kerusakan pada kehidupan di bumi. Kerusakan tersebut antara lain gangguan pada
rantai makanan di laut, serta kerusakan tanaman budidaya pertanian, perkebunan,
serta mempengaruhi kesehatan manusia.
4. Radiasi
Makhluk
hidup sudah lama menjadi objek dari bermacammacam bentuk radiasi. Misalnya,
radiasi matahari yang mengandung sinar ultraviolet dan gelombang infra merah.
Selain berasal dari matahari, radiasi dapat juga berasal dari luar angkasa,
berupa sinar kosmis dan mineral-mineral radioaktif dalam batubatuan.Akan tetapi
bentuk radiasi akibat aktivitas manusia akan menimbulkan polusi.
Bentuk-bentuk
radiasi berupa kegiatan uji coba bom nuklir dan penggunaan bom nuklir oleh
manusia dapat berupa gelombang elektromagnetik dan partikel subatomik. Kedua
macam bentuk radiasi tersebut dapat mengancam kehidupan makhluk hidup.
Dampak
radiasi dapat dilihat pada tingkat genetik dan sel tubuh. Dampak genetik pada
interfase menyebabkan terjadinya perubahan gen pada AND atau dikenal sebagai
mutasi gen. Dampak somatik (sel tubuh) adalah seseorang memiliki otak yang
lebih kecil daripada ukuran normal, cacat mental, dan gangguan fisik lainnya
serta leukemia.
Dampak kesehatan
dari pencemaran udara yaitu Substansi
pencemar yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Jauhnya penetrasi zat
pencemar ke dalam tubuh bergantung kepada jenis pencemar. Partikulat berukuran
besar dapat tertahan di saluran pernapasan bagian atas, sedangkan partikulat
berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru, zat pencemar
diserap oleh sistem
peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh.
Dampak
kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISPA
(infeksi saluran pernapasan akut), termasuk di antaranya, asma,
bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya.
Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagai toksik
dan karsinogenik.
Memperkirakan
dampak pencemaran udara di Jakarta yang berkaitan dengan kematian prematur,
perawatan rumah sakit, berkurangnya hari kerja efektif, dan ISPA pada tahun
1998 senilai dengan 1,8 trilyun rupiah dan akan meningkat menjadi 4,3 trilyun
rupiah di tahun 2015.
Dampak terhadap
tanaman antara lain tanaman yang tumbuh di
daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya
dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis,
dan bintik
hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat
menghambat proses fotosintesis.
Polusi
Air
Pencemaran
air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti
danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Sumber polusi air
antara lain limbah industri, pertanian dan rumah tangga. Ada beberapa tipe polutan yang dapat masuk
perairan yaitu : bahan-bahan yang mengandung bibit penyakit, bahan-bahan yang
banyak membutuhkan oksigen untuk pengurainya, bahan-bahan kimia organic dari
industri atau limbah pupuk pertanian, bahan-bahan yang tidak sedimen (endapan),
dan bahan-bahan yang mengandung radioaktif dan panas.
Penggunaan
insektisida seperti DDT (Dichloro Diphenil Trichonethan) oleh para petani,
untuk memberantas hama
tanaman dan serangga penyebar penyakit lain secara berlabihan dapat
mengakibatkan pencemaran air. Terjadinya pembusukan yang berlebihan diperairan
dapat pula menyebabkan pencemeran. Pembuangan sampah dapat mengakibatkan kadar
O2 terlarut dalam air semakin berkurang karena sebagian besar dipergunakan oleh
bakteri pembusuk.
Pembuangan
sampah organic maupun yang anorganic yang dibuang kesungai terus-menerus,
selain mencemari air, terutama dimusim hujan ini akan menimbulkan banjir.
Belakangan ini musibah karena polusi air datang seakan tidak terbendung lagi
disetip musim hujan. Sebenarnya air hujan adalah rahmat. Akan tetapi rahmat
dapat menjadi ujian apabila kita tidak mengelolanyadengan benar.
Jika
kita amati, air adalah unsur alam yang penting bagi manusia dengan sifat
mengalir dan meresapnya. Apabila jalur-jalur alirannya terganggu dan lahan
resapannya terbatas, air akan mengalir kesegala penjuru mengisi ruang-ruang
yang paling rendah. Akhirnya terjadilah banjir. Karena itu yang disebut polusi
air karena banyak kita yang kurang disiplin, misalnya dalam kebersihan
lingkungan dan membuang sampah sembarangan.
Musibah banjir dapat
terbagi dua akibat polusi air antara lain :
1. Banjir bandang (banjir besar), terjadi akibat air meluap
dari jalur-jalur aliran (sungai) dengan volume air yang besar.
2. Banjir genangan yaitu banjir local (setempat) akibat
tergenangnya / terkonsentrasinya air hujan disuatu daerah yang saluran air (drainase)
dan lahan resapannya terbatas. Akibatnya dalam waktu tertentu (temporer) air
akan mengalir disekitar lingkungan rumah kita.
Bahaya Dari Akibat Polusi Air
Bibit-bibit
penyakit berbagai zat yang bersifat racun dan bahan radioaktif dapat merugikan
manusia. Berbagai polutan memerlukan O2 untuk pengurainya. Jika O2 kurang ,
pengurainya tidak sempurna dan menyebabkan air berubah warnanya dan berbau
busuk. Bahan atau logam yang berbahaya seperti arsenat, uradium, krom, timah,
air raksa, benzon, tetraklorida, karbon dan lain-lain. Bahan-bahan tesebut dapat
merusak organ tubuh manusia atau dapat menyebabkan kanker. Sejumlah besar
limbah dari sungai akan masuk kelaut.
Polutan
ini dapat merusak kehidupan air sekitar muara sungai dan sebagian kecil laut
muara. Bahan-bahan yang berbahaya masuk kelaut atau samudera mempunyai akibat
jangka panjang yang belum diketahui. Banyak jenis kerang-kerangan yang mungkin
mengandung zat yang berbahaya untuk dimakan. Laut dapat pula tecemar oleh
minyak yang asalnya mungkin dari pemukiman, pabrik, melalui sungai atau dari
kapal tanker yang rusak. Minyak dapat mematikan, burung dan hewan laut lainnya,
sebagai contoh, efek keracunan hingga dapat dilihat di Jepang. Merkuri yang
dibuang sebuah industri plastik keteluk minamata terakumulasi di jaringan tubuh
ikan dan masyarakat yang mengkonsumsinya menderita cacat dan meninggal.
Dampak yang ditimbulkan
oleh polusi air:
1.
Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya, kandungan oksigen
2.
Terjadinya ledakan ganggang dan tumbuhan air (eurotrofikasi)
3.
Pendangkalan dasar
perairan
4.
Tersumbatnya penyaring reservoir, dan menyebabkan perubahan ekologi
5.
Dalam jangka panjang adalah kanker dan kelahiran cacat
6. Akibat penggunaan pertisida
yang berlebihan sesuai selain membunuh hama dan penyakit, juga membunuh
serangga dan makhluk berguna terutama predator
7.
Kematian biota kuno,
seperti plankton, iakn, bahkan burung
8.
Mutasi sel, kanker,
dan leukeumia
9.
Dapat menyebabkan
keracunan jika air itu diminum manusia
Polusi Tanah
Pencemaran
tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah
lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran
limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar
ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara
tidak memenuhi syarat (illegal dumping).
Ketika
suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia
dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam
tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia
beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada
manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari
air tanah dan udara di atasnya.
Dampak
Dampak
pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung pada tipe polutan, jalur masuk ke dalam tubuh dan
kerentanan populasi yang terkena. Kromium, berbagai macam pestisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi. Timbal sangat berbahaya pada anak-anak, karena dapat
menyebabkan kerusakan otak, serta kerusakan ginjal pada seluruh populasi.
Paparan
kronis (terus-menerus) terhadap benzena pada konsentrasi
tertentu dapat meningkatkan kemungkinan terkena leukemia. Merkuri (air raksa) dan siklodiena
dikenal dapat menyebabkan kerusakan ginjal, beberapa bahkan tidak dapat
diobati. PCB dan siklodiena terkait pada keracunan hati.
Organofosfat
dan karmabat
dapat dapat menyebabkan ganguan pada saraf otot. Berbagai pelarut yang
mengandung klorin merangsang perubahan pada hati dan ginjal
serta penurunan sistem saraf pusat. Terdapat beberapa macam dampak kesehatan
yang tampak seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata
dan ruam kulit untuk paparan bahan kimia yang disebut di atas. Yang jelas, pada
dosis yang besar, pencemaran tanah dapat menyebabkan kematian.
Pencemaran tanah juga dapat memberikan
dampak terhadap ekosistem[1]. Perubahan kimiawi tanah yang
radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun/berbahaya bahkan pada
dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan antropoda yang hidup di lingkungan tanah
tersebut. Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan, yang dapat memberi akibat yang besar terhadap predator
atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut.
Bahkan jika efek kimia pada bentuk
kehidupan terbawah tersebut rendah, bagian bawah piramida makanan dapat menelan bahan kimia
asing yang lama-kelamaan akan terkonsentrasi pada makhluk-makhluk penghuni
piramida atas. Banyak dari efek-efek ini terlihat pada saat ini, seperti
konsentrasi DDT pada burung menyebabkan rapuhnya cangkang telur,
meningkatnya tingkat kematian anakan dan kemungkinan hilangnya spesies
tersebut.
Dampak pada pertanian terutama
perubahan metabolisme tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan
hasil pertanian. Hal ini dapat menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi
tanaman di mana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi. Beberapa
bahan pencemar ini memiliki waktu paruh yang panjang dan pada kasus
lain bahan-bahan kimia derivatif akan terbentuk dari bahan pencemar tanah
utama.
Penanganan pencemaran tanah
Dengan Cara Remediasi
Remediasi adalah kegiatan untuk
membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu
in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off-site). Pembersihan on-site
adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah,
terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi.
Pembersihan off-site meliputi
penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah
itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya
yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih
dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar
dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan
off-site ini jauh lebih mahal dan rumit.
Dengan cara Bioremediasi
Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran
tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi
bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang
kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air). Penanganan
pestisida sebagai pencemar tanah ialah dengan tidak menggunakannya. Cara ini
merupakan yang paling baik hasilnya, tetapi hama tanah mengakibatkan hasil
produksi menurun.
Pencemaran Suara
Secara
teknis kebisingan atau pencemaran suara bisa diartikan sebagai suara yang tidak
diinginkan, misalnya yang menghalangi terdengarnya suara-suara, musik dan
sebagainya atau yang menyebabkan rasa sakit di telinga atau yang menghalangi gaya hidup. Kebisingan
dalam kaitan dengan pencemaran suara yaitu bunyi yang tidak diinginkan dari
usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan
gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan (KepMenLH No.48 Tahun
1996) atau semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat-alat
proses produksi dan atau alat-alat kerja pada tingkat tertentu dapat
menimbulkan gangguan pendengaran (KepMenNaker No.51 Tahun 1999).
Diantara
pencemaran lingkungan yang lain, pencemaran suara / polusi kebisingan atau
noise polution dianggap istimewa dalam hal :
(1) penilaian pribadi dan subjektif sangat menentukan untuk mengenali
suara sebagai pencemaran kebisingan atau tidak,
2) kerusakannya setempat dan sporadis dibandingkan dengan pencemaran
udara dan pencemaran air dan bising pesawat
merupakan pengecualian.
UNSUR SUARA
Apabila
bel dibunyikan, seseorang menangkap ‘nyaring’, ‘tinggi’ dan ‘nada’ suara yang
dipancarkan. Ini merupakan suatu tolak ukur yang menyatakan mutu sensorial dari
suara dan dikenal sebagai ‘tiga unsur suara’.Ukuran fisik ‘kenyaringan’, ada
amplitudo dan tingkat tekanan suara. Untuk ‘tinggi’ suara adalah frekuensi dan ‘nada’ adalah sejumlah besar
ukuran fisik. Kecenderungan saat ini adalah menggabungkan segala yang merupakan
sifat dari suara, termasuk tingginya, nyaringnya dan distribusi spectral
sebagai ‘nada’.
FREKUENSI DAN PANJANG GELOMBANG
Suatu
gelombang suara memancar dengan kecepatan suara dengan gerakan seperti
gelombang. Jarak antara dua titik geografis (yaitu dua titik di antara mana tekanan
suara maksimum dari suatu suara murni dihasilkan) yang dipisahkan hanya oleh
satu periode dan yang menunjukkan tekanan suara yang sama dinamakan ‘gelombang
suara’, yang dinyatakan sebagai l(m). Apabila tekanan suara pada titik
sembarangan berubah secara periodik, jumlah berapa kali di mana naik-turunnya
periodik ini berulang dalam satu detik dinamakan ‘frekuensi’, yang dinyatakan
sebagai f(Hertz/Hz, lihat gambar gelombang sinusoidal). Suara-suara
ber-frekuensi tinggi adalah suara tinggi, dan yang ber-frekuensi rendah adalah
suara rendah.
Hubungan
antara kecepatan suara c (m/s), gelombang l dan frekuensi f dinyatakan sebagai
berikut :
C = f x l
Panjang
gelombang dari suara yang dapat didengar adalah beberapa sentimeter dan sekitar
20m. Kebanyakan dari objek di lingkungan kita ada dalam lingkup ini. Mutu suara
dipengaruhi oleh kasarnya permukaan-permukaan yang memantulkan suara, tingginya
pagar-pagar dan faktor-faktor lainnya, akan berbeda sebagai perbandingan dari
panjang gelombang terhadap dimensi objek.
Dari gambar garis bentuk kenyaringan dari tes (hearing) psikiatris ini bahwa batas perbedaan suara yang bisa terdengar oleh rata-rata orang adalah 20-20.000Hz tetapi bisa terdengarnya tergantung pada frekuensi. Kurva menggunakan 1000Hz dan 40dB sebagai referensi untuk suara murni dan mem-plot suara referensi ini dengan tingkat-tingkat yang bisa terdengar dari kenyaringan yang sama pada berbagai frekuensi.
Dari gambar garis bentuk kenyaringan dari tes (hearing) psikiatris ini bahwa batas perbedaan suara yang bisa terdengar oleh rata-rata orang adalah 20-20.000Hz tetapi bisa terdengarnya tergantung pada frekuensi. Kurva menggunakan 1000Hz dan 40dB sebagai referensi untuk suara murni dan mem-plot suara referensi ini dengan tingkat-tingkat yang bisa terdengar dari kenyaringan yang sama pada berbagai frekuensi.
TIPE-TIPE KEBISINGAN
Kategori kebisingan lingkungan dapat dilihat seperti dalam tabel berikut : Jumlah kebisingan Semua kebisingan di suatu tempat tertentu dan suatu waktu tertentu Kebisingan spesifik Kebisingan di antara jumlah kebisingan yang dapat dengan jelas dibedakan untuk alasan-alasan akustik.
Seringkali sumber kebisingan dapat diidentifikasikan Kebisingan residual Kebisingan yang tertinggal sesudah penghapusan seluruh kebisingan spesifik dari jumlah kebisingan di suatu tempat tertentu dan suatu waktu tertentu Kebisingan latar belakang Semua kebisingan lainnya ketika memusatkan perhatian pada suatu kebisingan tertentu. Penting untuk membedakan antara kebisingan residual dengan kebisingan latar belakang
DECIBELS
Decibel (dB) adalah ukuran energi bunyi atau kuantitas yang dipergunakan sebagai unit-unit tingkat tekanan suara berbobot A. Yang dilakukan untuk mensederhanakan plot-plot multipel seperti pada gambar dan untuk secara kira-kira menyebandingkan kuantitas logaritmik dari stimulus untuk stimulus akustik yang diterima telinga manusia dari luar. Untuk menilai kebisingan diperlukan untuk menghitung tambahnya atau kurangnya tingkat tekanan suara berbobot A rata-ratanya dan sebagainya.
PENGARUH DAN AKIBAT DARI
KEBISINGAN
Meskipun pengaruh suara
banyak kaitannya dengan faktor-faktor psikologis dan emosional, ada kasus-kasus
dimana akibat-akibat serius seperti kehilangan pendengaran terjadi karena
tingginya tingkat kenyaringan suara pada tingkat tekanan suara berbobot A dan
karena lamanya telinga terpajan terhadap kebisingan itu.
Berikut jenis dari akibat kebisingan :
1. Akibat lahiriah
2. Kehilangan pendengaran
3. Perubahan ambang batas sementara akibat kebisingan,
4. perubahan ambang batas permanen akibat kebisingan
Akibat fisiologis
* Rasa tidak nyaman atau stress meningkat, tekanan darah meningkat, sakit kepala, bunyi dering
* Gangguan emosional
* Kejengkelan, kebingungan
* Gangguan gaya hidup
* Gangguan tidur atau istirahat, hilang konsentrasi waktu bekerja, membaca dan sebagainya.
* Gangguan pendengaran
* Merintangi kemampuan mendengarkan TV, radio, percakapan, telpon dan sebagainya.
BAKU TINGKAT KEBISINGAN
Berikut jenis dari akibat kebisingan :
1. Akibat lahiriah
2. Kehilangan pendengaran
3. Perubahan ambang batas sementara akibat kebisingan,
4. perubahan ambang batas permanen akibat kebisingan
Akibat fisiologis
* Rasa tidak nyaman atau stress meningkat, tekanan darah meningkat, sakit kepala, bunyi dering
* Gangguan emosional
* Kejengkelan, kebingungan
* Gangguan gaya hidup
* Gangguan tidur atau istirahat, hilang konsentrasi waktu bekerja, membaca dan sebagainya.
* Gangguan pendengaran
* Merintangi kemampuan mendengarkan TV, radio, percakapan, telpon dan sebagainya.
BAKU TINGKAT KEBISINGAN
Baku tingkat kebisingan adalah batas maksimal tingkat kebisingan yang diperbolehkan dibuang ke lingkungan dari usaha atau kegiatan sehingga tidak menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan (KepMenLH No.48 Tahun 1996). Agar kebisingan tidak mengganggu kesehatan atau membahayakan perlu diambil tindakan seperti penggunaan peredam pada sumber bising, penyekatan, pemindahan, pemeliharaan, penanaman pohon, pembuatan bukit buatan ataupun pengaturan tata letak ruang dan penggunaan alat pelindung diri sehingga kebisingan tidak mengganggu kesehatan atau membahayakan. Oleh: Arif Susanto. Environmental Moderator HSE Club Indonesia.Dipublikasikan pada HSE Club Indonesia Jurnal Edisi 01/2006.
Radio Aktif
Radio aktif yaitu pencemaran lingkungan yang disebabbkan
oleh debu radioaktif akibat terjadinya ledakan reaktor reaktor atom serta bom
atom. Yang paling berbahaya dari pencemaran radio aktif seperti nuklir adalah
radiasi sinar alpha, betha, dan gamma yang sangat membahayakan makhluk hidup di
sekitarnya. Zat radio aktif pencemar lingkungan yang biasa ditemukan adalah 90SR penyebab kanker tulang dan 131J.
Apabila ada makhluk hidup yang terkena radiasi atom nuklir
yang berbahaya biasanya akan terjadi mutasi gen karena terjadi perubahan
strukturzat serta pola reaksi kimia yang merusak sel sel tubuh makhluk hidup
baik manusia, hewan maupun tubuhan.
Kegunaan radioaktif
A.
Dalam bidang kesehatan
Dalam bidang kesehatan radio aktif digunakan sebagai
perunut untuk mendeteksi kerusakan yang terjadi pada suatu organ tubuh,
membunuh sel sel kanker, dan mensterilkan alat alat kedokteran yang sudah
dikemas dan ditutup rapat.
B. Untuk pembangkit listrik
Reaksi inti menghasilkan
energi yang sangat besar. Pada pembangkit listrik tenaga nuklir ( PLTN ),
energi ini digunakan untuk memanaskan air sehingga terbentuk uap. Kemudian, uap
ini digunakan untuk menggerakkan turbin. Pergerakan turbin merupakan energi mekanik yang dapat memberi kemampuan
generator untuk mengubah energi mekanik tersebut menjadi energi listrik. Pada
PLTN, reaksi inti berlangsung terkendali di dalam suatu reaktor nuklir.
C. Dibidang pertanian
Dalam bidang pertanian radio
aktif dapat dimanfaatkan sebagaipemberi jadwal agar pemupukan terjadi pada
waktu yang tepat, dapat juga digunakan sebagai pemberantas hama, dan untuk
membuat bibit bibit unggul karena terjadinya mutasi.
Dampak dari radiasi zart radio aktif
1.
Pusing pusing
2.
Nafsu makan berkurang atau hilang
3.
Terjadi diare
4.
Badan panas atau demam
5. Berat badan turun
6. Kanker darah atau leukimia
7. Meningkatnya denyut jantung maupun
nadi
8. Daya taha tubuh berkurang akibatsel
darah putih yang berkurang sehingga mudah terserang penyakit.
9. Merusak jaringan sel
10. menyebabkan
kerusakan kulit dan sistim saraf
Dampak Polusi secara umum
Dampak manusia terhadap biodiversitas
terjadi dalam berbagai cara seperti kerusakan habitat, pembalakan berlebihan,
perubahan iklim, polusi lingkungan, perdagangan komersial binatang dan tumbuhan
langka, introduksi spesies dan rekayasa genetik.
1.
Kerusakan habitat
Kerusakan habitat karena berbagai sebab: kontruksi jalan,
bendungan, konversi menjadi lahan pertanian, pemukiman mungkin merupakan
ancaman yang terpenting pada biodiversitas.
2.
Pembalakan yang berlebihan
Pembalakan yang berlebihan, eksploitasi yang berlebihan
pada sumberdaya alam merupakan ancaman besar pada biodiversitas. Pembalakan
yang berlebihan yang melebihi kapasitas sumbedaya alam untuk memperbaharui
dirinya sendiri menyebabkan sumber daya alam tersebut tidak lestari dan
biodiversitas menjadi turun drastis
3.
Perubahan iklim
Perubahan iklim kemungkinan memiliki dampak yang besar pada
semua ekosistem. Penyebaran spesies dan komunitas ditentukan sebagian oleh parameter
iklim Pada level yang paling sederhana, pola perubahan iklim akan merubah batas
penyebaran alami spesies atau komunitas. Zona vegetasi mungkin berpindah ke elevasi
atau lintang yang lebih tinggi dengan perubahan temperatur.
Peningkatan temperatur pada laut berpengaruh pada
penyebaran dan kemampuan hidup biota laut. Misalnya, terumbu karang telah
menujukkan sangat peka terhadap perubahan temperatur walaupun perubahan ini
kecil. Curah hujan dan kekeringan juga sangat penting. Peningkatan kekeringan
dan penggurunan terjadi di daerah tropis mau pun sub-tropis.
4.
Polusi lingkungan
Polusi lingkungan atau polusi merupakan penambahan bahan
atau bentuk energi (misal panas, suara, radioaktifitas) ke lingkungan dengan
laju yang lebih cepat daripada lingkungan dapat mengakomodasinya melalui
dispersi, penguraian, pendauran atau penyimpanan dalam bentuk yang tidak
membahayakan.
Dalam kondisi normal polutan tidak
mesti berbahaya. CO2 misalnya merupakan komponen dari atmosfer dan
merupakan hasil sampingan dari respirasi hewan. Tetapi dalam konsentrasi tinggi
menjadi polutan yang serius. Limbah manusia merupakan pupuk yang bermanfaat,
tetapi dalam jumlah yang berlebihan merupakan polutan yang serius yang
mengancam kesehatan. Dari semua jenis polutan yang dibuang ke lingkungan oleh
manusia, polutan oraganik persisten (persistent organic polutant- POP)
merupakan yang paling berbahaya. Polutan ini sangat beracun, menyebabkan
berbagai dampak : kematian,
penyakit dan cacat lahir. POP berakumulasi pada organisme
hidup melalui proses bioakumulasi, konsentrasinya dapat mencapai 70.000
kalinya. Ikan, burung predator, dan manusia merupakan bagian dari rantai
makanan yang tertinggi sehingga dapat menyerap POP ini dalam konsentrasi yang
tertinggi
- Pengurangan lapisan ozon
Lapisan ozon berkurang karena senyawa chlorofluorocarbon
yang dilepaskan dari wadah aerosol, kulkas, dan polutan dari roket dan
pesawat supersonik. Pengurangan lapisan ozon yang menyerap radiasi ultraviolet
dari matahari ini akan berdampak serius pada organisme hidup di bumi.
- Hujan asam
Dampak iklim yang lain adalah hujan asam. Ini terjadi bila
sulfur dioksida dari hasil pembakaran bahan bahar fosil berkombinasi dengan uap
air di udara. Hujan asam ini berdampak buruk pada air, hutan dan tanah. Hujan
asam merupakan penyebab hilangnya ikan di beberapa danau dan kerusakan hutan di
Eropa, penurunan pertumbuhan pohon di hutan di Amerika dan Canada.
- Eutrofikasi
Ekosistem air tawar mengalami eutropikasi. Eutropikasi
merupakan proses penuaan dalam siklus hidup danau, kolam atau arus air yang
bergerak lambat. Bila ini terjadi banyak bahan organik akan mengendap di lapisan dasar; ini
akan mengalami
dekomposisi dan membentuk lapisan debu (silt);
proses ini mungkin berakhir sampai
ratusan tahun.
Danau menghadapi bermacam-macam problem
lingkungan. Polusi
dari industri dan praktik pertanian yang buruk telah meracuni air. Eutrofikasi
merupakan kelebihan unsur hara dalam air yang menyebabkan kebutuhan oksigen
yang meningkat dalam air, yang berakhir dengan kematian danau. Di sungai, polutan yang juga penting adalah
fosfor (P), yang menstimulasi pertumbuhan seperti ganggang, yang berdampak pada
kandungan oskigen dalam air. Kandungan nitrat
yang tinggi juga menurunkan kualitas air.
- Perdagangan tanaman dan hewan
Perdagangan tanaman dan hewan dan produknya merupakan
ancaman bagi
biodiversitas.
Contoh: permintaan terhadap binatang dan tumbuhan atau produk tertentu yang sudah
langka: cula, gading, kulit dsb.
9.
Introduksi spesies asing
Banyak spesies asing (eksotik) baik yang sengaja diintroduksi
maupun tidak sengaja mungkin berkembang tidak terkendali. Mereka meninggalkan
faktor-faktor yang mempengaruhi populasi dan penyebarannya. Pada habitat yang
baru mungkin hanya sedikit predator atau penyakit sehingga populasinya
berkembang tak terkendali. Organisme yang dimangsa mungkin belum mengembangkan
mekanisme pertahanan dan spesies asli mungkin tidak mampu berkompetisi terhadap
ruang dan makanan.
Beberapa contoh:
• Eceng gondok
• Mikania
• Acacia nilotica di Baluran
• Kelinci di Australia
10. Rekayasa genetik
Rekayasa genetik pada awalnya dimaksudkan sebagai teknik
untuk memodifikasi atau manipulasi organisme melalui proses heriditas dan
reproduksi. Istilah rekayasa genetik
sekarang lebih mengacu pada bidang yang lebih sempit, yakni teknologi rekombinan,
atau kloning gen, di mana molekul DNA dari dua atau lebih dikombinasi di dalam
sel atau in vitro dan disisipkan ke dalam organisme inang. Rekaya genetik telah membantu dalam pemahaman
banyak aspek teoritis dan praktis mengenai fungsi gen dan organisasinya.
Melalui rekombinan teknik DNA, bakteri baru diciptakan dengan kemampuan
misalnya, mensintesis insulin manusia, alpha interferon, vaksin hepatitis B.
Tanaman secara genetik direkayasa sehingga tahan terhadap hama atau penyakit tertentu. Ada
kekhawatiran kemungkinan munculnya organisme yang tidak menguntungkan atau
introduksi sifat-sifat yang berbahaya, misalnya resisten terhadap antibiotik.
Efek Rumah Kaca
Efek
rumah kaca, yang pertama kali diusulkan
oleh Joseph Fourier
pada 1824, merupakan proses pemanasan permukaan suatu
benda langit (terutama planet atau satelit) yang
disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.
Mars,
Venus, dan benda langit beratmosfer lainnya
(seperti satelit alami Saturnus, Titan)
memiliki efek rumah kaca, tapi artikel ini hanya membahas pengaruh di Bumi.
Efek rumah kaca
untuk masing-masing benda langit tadi akan dibahas di masing-masing artikel.
Efek rumah kaca dapat digunakan untuk
menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di
bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia
(lihat juga pemanasan global). Yang belakang diterima oleh
semua; yang pertama diterima kebanyakan oleh ilmuwan, meskipun ada beberapa
perbedaan pendapat.
Penyebab
Efek rumah kaca disebabkan karena
naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di
atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik
lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk
mengabsorbsinya.
Energi yang masuk ke bumi
mengalami : 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer 25%
diserap awan 45% diadsorpsi permukaan bumi 5% dipantulkan kembali oleh
permukaan bumi
Energi yang diadsoprsi dipantulkan
kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun
sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2
dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal,
efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara
siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.
Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan
efek rumah kaca adalah sulfur dioksida , nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen
dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana dan
khloro fluoro karbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam
meningkatkan efek rumah kaca.
Akibat
Meningkatnya suhu permukaan bumi akan
mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini
dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi
kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global
mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat
menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan
meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang
dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh
yang sangat besar.
Menurut perhitungan simulasi, efek
rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5 °C. Bila
kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan
menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5 °C
sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di
atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari
permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi
meningkat.
Polutan
Polutan atau bahan pencemaran adalah bahan/benda yang
menyebabkan pencemaran, baik secara langsung maupun
tidak langsung, seperti sampah. Secara
sifat, polutan dapat dibedakan menjadi 4, yaitu:
- Polutan fisik; yaitu polutan yang fisiknya mencemarkan lingkungan. Contohnya: pecahan botol, pecahan keramik, besi tua.
- Polutan kimiawi; yaitu polutan yang berbentuk senyawa kimia baik senyawa sintetis maupun yang alami, yang karena konsentrasinya cukup tinggi sehingga dapat menimbulkan pencemaran. Contohnya: gas CO, CO2, SO4, logam Pb(timbal), merkuri.
- Polutan biologis; yaitu polutan yang berbentuk makhluk hidup yang dapat menimbulkan pencemaran. Contohnya: bakteri E.Coli, tumbuhan gulma, dan sebagainya.
- Polutan sosial budaya; yaitu polutan yang dapat berbentuk perilaku atau hasil budaya yang tidak sesuai dengan norma sosial budaya setempat, sehingga mengganggu kehidupan sosial budaya masyarakat. Contohnya: anak-anak yang tawuran di daerah sekitar masyarakat.
Daftar Pustaka
1. Sutresna
Nana. 2007.Cerdas Belajar Kimia. Bandung: Grafindo
2.
Google search

Komentar
Posting Komentar